Sabtu, 03 September 2011

Prabowo Subianto dinobatkan menjadi marga Lumbantobing

Medan-Prabowo Subianto dinobatkan menjadi marga Lumbantobing melalui upacara adat yang dihadiri ribuan warga Lumbantobing Kota Medan, lintas etnis dan mewakili marga-marga yang ada di Sumut. Dengan pengukuhan itu maka Prabowo resmi menjadi keturunan ke-15 dari silsilah Ompu Sumurung Lbn Tobing dan menjadi adik bungsu DR Tongam Lumbantobing anak almarhum Viktor Lumbantobing.
Acara yang difasilitasi PPSLB Sedunia dan DPD PPSLB Sumut di Convention Hall HDTI Medan, juga disaksikan elemen pendukung Prabowo di antaranya Pasopati (Prabowo Subianto Pilihan Hati) Sumut.
Prabowo juga diulosi perwakilan 29 marga dilanjutkan dengan pemberian ulos dari pihak tulang Silalahi dan pihak hula-hula marga Pardede yang dilakukan Rudolf Pardede karena isteri Tongam Tobing adalah Mary Pardede.
Kemudian Prabowo dimeme Tongam Tobing dan isterinya. Selanjutnya Ketua Umum PPSLB sedunia Simon Tobing didampingi Ketua DPD Sumut Ir Erwin Tobing, Riky Tobing, Robert Tobing, Maju Tobing dan Wismar Tobing selaku panitia membacakan AD/ART PPSLB sekaligus menyambut Prabowo menjadi warga Tobing.
Prabowo yang saat itu didampingi adiknya Hasyim Djojohadikusumo dalam sambutannya mengungkapkan kebahagiaannya telah menjadi warga Tobing. “Dengan kegiatan ini saya merasa terhormat menyandang marga Tobing,” katanya.
Ia lebih lanjut menjelaskan dirinya sering dipanggil Bataknya Jawa. Karena dirinya berasal dari Jawa yang setengah Banyumas. Banyumas di masyarakat Jawa dikenal memiliki kesamaan ciri khas dengan orang Batak yaitu lugas, blak-blakan tidak berputar-putar dan dinilai keras.
“Dulu saya dibilang Bataknya Jawa. Kini saya sudah jadi warga Batak. Orang Batak itu banyak yang berhasil jadi tentara. Di TNI kalau nggak orang Banyumas ya orang Batak. Orang Batak dari luar kelihatan galak tapi hatinya baik” kata Prabowo.
Prabowo juga mengajak seluruh anak bangsa untuk menghargai Bhinneka Tunggal Ika. Perbedaan agama, suku golongan kata Prabowo merupakan kekuatan membangun bangsa Indonesia yang kokoh dan maju.
Sambutan Prabowo itu mendapat aplaus dan sambutan positif para hadirin. Menurut Sahat Simatupang selaku Sekretaris Tim Relawan Pasopati Sumut sambutan Prabowo memperlihatkan dirinya mengormati pluralisme dan menghargai adat istiadat. “Sifat pluralisme ada dalam diri Prabowo dia berdarah Jawa Tengah dan Sulawesi Utara. Dia juga rindu menjadi warga Batak yang memiliki falsafah Dalihan Na Tolu. 

https://nababan.wordpress.com

HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) adalah sebuah organisasi sosial di Indonesia yang berskala nasional, berdiri sendiri dan mandiri yang dikembangkan berdasarkan kesamaan aktivitas, profesi, dan fungsi di dalam bidang agrikultur dan pengembangan pedesaan, sehingga memiliki karakter profesional dan persaudaraan. HKTI didirikan pada 27 April 1973 di Jakarta melalui penyatuan empat belas organisasi penghasil pertanian utama.
HKTI bertujuan meningkatkan pendapatan, kesejahteraan, harkat dan martabat insan tani, penduduk pedesaan dan pelaku agribisnis lainnya, melalui pemberdayaan rukun tani komoditas usaha tani dan percepatan pembangunan pertanian serta menjadikan sektor pertanian sebagai basis pembangunan nasional dalam rangka mewujudkan tujuan nasional sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945.
HKTI memiliki fungsi sebagai:
  1. Wadah penghimpun segenap potensi insan tani Indonesia dan atau “Rukun Tani” jenis komoditas usaha tani.
  2. Alat penggerak pengarah perjuangan insan tani Indonesia.
  3. Sarana penampung dan penyalur aspirasi amanat penderitaan rakyat tani penduduk pedesaan.
  4. Wahana menuju terwujudnya cita-cita nasional, Indonesia raya.
  5. Arena pemberdayaan dan pendidikan insan tani, masyarakat pertanian dan pedesaan (hkti.org)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar